Nessus adalah scanner keamanan jaringan
yang harus digunakan oleh administrator system . Nessus adalah software yang
gratis dan bebas di download. Nessus merupakan sebuah software scanning, yang
dapat digunakan untuk meng-audit kemanan sebuah sistem, seperti vulnerability,
misconfiguration, security patch yang belum diaplikasikan, default password,
dan denial of serviceNessus berfungsi untuk monitoring lalu-lintas jaringan.
A. TYPE SCANNING
1. Connect Scan
(-sT)
Jenis scan ini connect ke port sasaran dan menyelesaikan three-way
handshake (SYN, SYN/ACK, dan ACK). Scan jenis ini mudah terdeteksi oleh
sistem sasaran.
2. TCP SYN Scan (-sS)
SYN scan sulit terdeteksi, karena tidak menggunakan 3 way
handshake secara lengkap, yang disebut sebagai teknik half open scanning.
Teknik ini dikenal sebagai half-opening scanning karena suatu koneksi penuh TCP
tidak sampai terbentuk. Teknik ini bersifat siluman dibandingkan TCP connect
penuh, dan tidak akan tercatat pada log sistem sasaran.
3. TCP FIN Scan (-sF)
Teknik ini mengirim suatu paket FIN ke port sasaran.
Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk setiap
port yang tertutup. Teknik ini hanya dapat dipakai pada stack TCP/IP berbasis
UNIX.
4. TCP Xmas Tree Scan (-sX)
Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN, URG, dan PUSH ke
port sasaran. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengembalikan suatu RST
untuk semua port yang tertutup.
5. TCP Null Scan (-sN)
Teknik ini membuat off semua flag. Berdasarkan RFC 793,
sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk semua port yang tertutup.
6. TCP ACK Scan (-sA)
Teknik ini digunakan untuk memetakan set aturan firewall.
Dapat membantu menentukan apakah firewall itu merupakan suatu simple packet
filter yang hanya membolehkan koneksi-koneksi tertentu (koneksi dengan bit set
ACK) atau suatu firewall yang menjalankan advance packet filtering.
7. TCP Windows Scan (-sW)
Teknik ini dapat mendeteksi port-port terbuka maupun
terfilter/tidak terfilter pada sistem sistem tertentu (sebagai contoh, AIX dan
FreeBSD) sehubungan dengan anomali dari ukuran windows TCP yang dilaporkan.
8. TCP RPC Scan (-sR)
Teknik ini spesifik hanya pada system UNIX dan digunakan
untuk mendeteksi dan mengidentifikasi port RPC (Remote Procedure Call) dan
program serta normor versi yang berhubungan dengannya.
9. UDP Scan (-sU)
Teknik ini mengirimkan suatu paket UDP ke port sasaran. Bila
port sasaran memberikan respon berupa pesan (ICMP port unreachable) artinya
port ini tertutup. Akurasi teknik ini sangat bergantung dengan penggunaan
jaringan dan system resource. Sebagai tambahan, UDP scanning merupakan proses
yang amat lambat apabila kita mencoba men-scan suatu perangkat yang menjalankan
packet filtering berbeban tinggi.
Beberapa Tools dan cara scanning ke
sistem
Netstat
Netstat merupakan
utility yang powerfull untuk menngamati current state pada server, service apa
yang listening untuk incomming connection, interface mana yang listening, siapa
saja yang terhubung. cara penggunaan netstat dan option option yang dipakai
serta arti option tersebut :
netstat -at : Menampilkan semua TCP port yang terbuka.
netstat -at : Menampilkan semua TCP port yang terbuka.
Nmap
Nmap adalah port
scanner yang sangat terkenal dalam dunia hacking. dan banyak sekali digunakan
untuk mengaudit suatu system, dimana untuk mengetahui port yang terbuka yang
memungkinkan port tersebut dapat di exploitasi oleh sang intruder. selain NMAP
msh banyak lagi port scanner di belahan dunia internet, seperti : superscan,
THC, BluesPortTool.
Konfigurasi Scanning dan Probing
1. Lakukan
footprinting pada suatu alamat website, misalnya seperti perintah berikut untuk
mengetahui informasi pada website sis.pcr.ac.id
·
nslookup sis.pcr.ac.id
·
whois sis.pcr.ac.id
·
dig sis.pcr.ac.id
Catat
informasi yang didapat dari perintah diatas.
·
root@server1:/home/jartel#
nslookup sis.pcr.ac.id
Server: 172.16.30.1
Address: 172.16.30.1#53
Non-authoritative answer:
Name: sis.pcr.ac.id
Address: 172.16.10.14
You have new mail in /var/mail/root
·
root@server1:/home/jartel# whois sis.pcr.ac.id
Not found: -V Md5.0 sis.pcr.ac.id
·
root@server1:/home/jartel# dig sis.pcr.ac.id
; <<>> DiG 9.8.1-P1 <<>>
sis.pcr.ac.id
;; global options: +cmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR,
id: 14982
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 2,
ADDITIONAL: 2
;; QUESTION SECTION:
;sis.pcr.ac.id. IN A
;; ANSWER SECTION:
sis.pcr.ac.id. 8349 IN A 172.16.10.14
;; AUTHORITY SECTION:
pcr.ac.id. 11111 IN NS ns1.pcr.ac.id.
pcr.ac.id. 11111 IN NS ns2.pcr.ac.id.
;; ADDITIONAL SECTION:
ns1.pcr.ac.id. 11261 IN A 113.212.118.130
ns2.pcr.ac.id. 11250 IN A 113.212.118.130
;; Query time: 6 msec
;; SERVER: 172.16.30.1#53(172.16.30.1)
;; WHEN: Thu Jun 27 08:41:07 2013
;; MSG SIZE rcvd: 115
You have new mail in /var/mail/root
2. Melihat
status service yang aktif di local komputer. Gunakan command netstat –tpane dan
netstat –tupane bandingkan hasilnya. Lakukan beberapa option netstat untuk
mengetahui hanya tcp atau udp saja yang terlihat.
Lakukan options – options berikut ini :
·
root@server1:/home/jartel# netstat -tpane
sis.pcr.ac.id

Gambar
1

Gambar 2
·
root@server1:/home/jartel# netstat -tupane
sis.pcr.ac.id

Gambar 1

Gambar 2
Selanjut-nya ikuti langkah
berikut ini :
1.
root@server1:/home/jartel# nmap -sT -v
sis.pcr.ac.id
2.
root@server1:/home/jartel# nmap -sS -v
sis.pcr.ac.id
3.
root@server1:/home/jartel# nmap -O -v
sis.pcr.ac.id
4.
root@server1:/home/jartel# nmap -sF -v
sis.pcr.ac.id
5.
root@server1:/home/jartel# nmap -sN -v
sis.pcr.ac.id
6.
root@server1:/home/jartel# nmap -sA -v
sis.pcr.ac.id
7.
root@server1:/home/jartel# nmap -sU -v
sis.pcr.ac.id
3.
Install Wireshark
·
apt-get install wireshark
4.
Setelah itu install Nesus
dengan cara mendownloadnya terlebih dahulu pada link silahkan diklik.
Simpan hasil download Nessus tadi di folder Downloads.
5.
Sebelum Nessus diaktifkan, kita harus memiliki
kode aktivasi terlebih dahulu dengan mendaftar di website nya.
Langkah-langkahnya adalah seperti di bawah ini :
a) Buka website Nessus. Setelah muncul halaman
awalnya, klik pada PLUGINS.
b) Selanjutnya pilih Obtain An Activation Code.
c) Kemudian pilih Using Nessus at Home.
d) Isi username, password, dan email anda untuk pengiriman kode
aktivasi ke alamat email anda. Klik Register. Selesai.

e) Cek email untuk mencopy kode aktivasinya. Kode aktivasi yang
diperoleh adalah seperti gambar di bawah ini :

f) Buka terminal pada ubuntu. Masuk ke superuser
(root), lalu masuk ke folder tempat file Nessus yang telah didownload tadi di
simpan. Kemudian lakukan perintah seperti di bawah ini :
·
sudo dpkg -i
Nessus-5.2.1-ubuntu1110_i386

g) Start Nessus dengan cara /etc/init.d/nessusd
start
h) Kemudian login dengan akun dan password yang baru untuk
nanti login ke nessus.
i)
Restart Nessus.
j)
Selanjutnya login ke aplikasi Nessus dengan
membuka browser dengan alamat https://localhost:8834
.
k) Tunggu hingga Nessus initializing selesai. Setelah selesai
maka anda harus login terlebih dahulu dengan username dan password yang telah
dikonfigurasi sebelumnya. Disini username saya adalah Marta dengan passwordnya
1234.Setelah username dan password diinputkan klik sign in to continue.
l)
Tunggu hingga running selesai.


m) Setelah selesai klik new scan. Masukkan username dan alamat
IP address yang akan discan pada kotak scan target , bisa sampai 8 IP address.
IP yang saya scan ada 2 IP address.

n) Setelah dirun, maka akan muncul tampilan seperti di bawah
ini. Ada 2 jaringan yang discan seperti terlihat pada Hosts.

o) Pada saat diklik vulnerabilities maka akan muncul rincian
setiap jaringan seperti di bawah ini. Yang berwarna ungu adalah jaringan
tersebut berada pada status critical. Hal ini berarti jaringan ini sangat mudah
untuk dimasuki.

p) Silahkan log out
setelah menggunakan nessus tersebut.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar